Home Terbaru Sebar Data Jutaan Orang, Eks Engineer Amazon Terancam Bui 10 Tahun

Sebar Data Jutaan Orang, Eks Engineer Amazon Terancam Bui 10 Tahun

Video Terkini IDNtron.com-June 23, 2022 1:03 pm

JawaPos.com – Paige Thompson, eks engineer perangkat lunak Amazon yg dituduh mencuri data berasal dari Capital One pada 2019 lalu telah dijatuhi vonis dari pengadilan. Thompson diputus bersalah atas tuduhan akses tidak sah ke komputer yg dilindungi dan juga serta melakukan pencurian serta mebobol ratusan juta data pribadi nasabah Capital One.

Peretasan Capital One sendiri ialah salah satu pelanggaran keamanan siber terbesar di Amerika Serikat (AS) dan juga serta membahayakan data 100 juta orang di negara itu, dengan dengan enam juta orang di Kanada.

Dikutip berasal dari Engadget, Thompson ditangkap pada bulan Juli 2019 lalu setelah seorang pengguna GitHub melihat postingannya di situs berbagi info tentang mencuri data berasal dari server yg menyimpan info Capital One.

Baca Juga :  [IDNtron-Terbaru]-kemeja haul buat dipake sehari-hari pergi santai atau kerja🤩 #shopeehaul #kemejahaul #kemejamurah

Menurut Departemen Kehakiman Seattle, Thompson menggunakan alat yg Ia membuat sendiri untuk memindai Amazon Web Services untuk akun yg salah konfigurasi. Ia kemudian diduga menggunakan akun tersebut untuk menyusup ke server Capital One dan juga serta mengunduh lebih berasal dari 100 juta data orang.

Juri telah memutuskan bahwa Thompson melanggar Undang-Undang Penipuan dan juga serta Penyalahgunaan Komputer dengan melakukannya, tetapi pengacaranya berpendapat bahwa Ia menggunakan alat dan juga serta metode yg sama yg serta digunakan dari peretas etis.

Baca Juga :  Bantu Pencarian Putra Ridwan Kamil, Interpol Terbitkan Yellow Notice

membuat yg tidam tahu, peretas etis ialah peretas yg memang ditugaskan untuk menembus jaringan atau satu server tertentu dengan tujuan mengungkap kelemahan jaringan atas nama pemilik.

Kemudian, Departemen Kehakiman baru -baru ini mengubah Undang-Undang Penipuan dan juga serta Penyalahgunaan Komputer untuk melindungi peretas etis atau white hat. Selama peneliti menyelidiki atau memperbaiki kerentanan dengan itikad bagus dan juga serta tidak menggunakan celah keamanan yg mereka temukan untuk pemerasan atau tujuan jahat lainnya, mereka tidak dapat lagi dituntut di bawah hukum.

Otoritas AS, bagaimanapun, tidak setuju dengan pernyataan bahwa Ia cuma mencoba untuk mengekspos kerentanan Capital One. Departemen Kehakiman mengatakan Ia menanam perangkat lunak penambangan cryptocurrency ke server bank dan juga serta mengirim pendapatan langsung ke dompet digitalnya.

Baca Juga :  [IDNtron-Terbaru]-kumpulan cogan tiktok 2022 section 67 || cogan tiktok Indonesia

Thompson serta diduga membual tentang peretasan di forum online. “Jauh berasal dari menjadi peretas etis yg mencoba membantu perusahaan dengan keamanan komputer mereka, Ia mengeksploitasi kesalahan untuk mencuri data berharga dan juga serta berusaha memperkaya dirinya sendiri,” kata Jaksa AS Nick Brown.

Atas perbuatannya ini, Thompson bahkan dapat dijatuhi hukuman lebih berat lagi sampai 20 Tahun penjara. Sidang vonis Thompson dijadwalkan berjalan pada 15 September mendatang.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: