Home Terbaru Hari Janda Internasional: 1 dari 10 Janda Hidup di dalam Kemiskinan

Hari Janda Internasional: 1 dari 10 Janda Hidup di dalam Kemiskinan

Video Terkini IDNtron.com-June 24, 2022 1:03 am

Jakarta, CNN Indonesia

Hidup menjanda kerap terlihat biasa saja dan juga serta bebas masalah. Namun kenyataannya, tak semua janda hidup di dalam kesejahteraan.

Peringatan Hari Janda Internasional setiap 23 Juni mengingatkan masyarakat bahwa status janda mengandung aneka konsekuensi tak cuma menyoal hidup tanpa pasangan.

Hari Janda Internasional berawal berasal dari inisiatif a Loomba Foundation yaitu organisasi yg mengawal isu-isu terkait janda dan juga serta berbasis di India. Tanggal 23 Juni dipilih sebab 23 Juni 1954, Shrimati Pushpa Wati Loomba, ibu berasal dari pendiri organisasi, menjadi janda.

Baca Juga :  Diduga Sebarkan Informasi Palsu, 29 Jurnalis Masuk Daftar Hitam Rusia

Perayaan Hari Janda Internasional pertama kali diselenggarakan pada 2005. Baru pada 2010, organisasi mengajukan hari peringatan ke PBB dan juga serta Hari Janda Internasional diakui pada 2011.

Tahun ini, Hari Janda Internasional mengambil tema ‘Sustainable Solutions for Widows Financial Independence’ atau Solusi Berkelanjutan bagi Kemandirian Keuangan Janda.

Seperti dikutip berasal dari laman Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), sebanyak lebih berasal dari 258 juta janda di seluruh dunia ‘tak terlihat’, tak terdukung dan juga serta berjuang untuk melanjutkan hidup. Secara praktis, 1 berasal dari 10 janda hidup di dalam kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  [IDNtron-Terbaru]-அட நாறப்பயலே 😂😂| Raju Thug Lifestyles | BB Jodigal Promo | BB Jodigal Season 2 | BB Jodigal Season 2 promo

Janda kerap mendapat stigma negatif, diskriminasi, bahkan di beberapa wilayah, janda tidak memiliki hak waris dan juga serta akses ke dana pensiun. Kemiskinan pun tak terelakkan pascakematian suami mereka.

Upaya untuk mendukung kesejahteraan janda mesti berasal berasal dari berbagai pihak. PBB meminta pemerintah tiap negara untuk memastikan pemenuhan hak janda.

Apa saja hak para janda?

Hak para janda tercantum di dalam hukum internasional termasuk Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan dan juga serta Konvensi tentang Hak-hak Anak.

Baca Juga :  Sara Carpio, Anak Perempuan Duterte Dilantik Sebagai Wapres Filipina

Kemudian di dalam konteks pandemi, janda tidak boleh ditinggalkan untuk “membangun kembali dengan lebih sangat baik”.

“Mari kami pastikan bahwa pemulihan kami memprioritaskan kebutuhan unik mereka dan juga serta mendukung masyarakat menjadi lebih inklusif, tangguh, dan juga serta setara untuk semua,” tulis PBB di dalam laman resminya.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: