Home Terbaru Atasi Pemanasan Global, ASEAN Sepakat Selamatkan 30 Persen Tanah-Laut

Atasi Pemanasan Global, ASEAN Sepakat Selamatkan 30 Persen Tanah-Laut

Video Terkini IDNtron.com-June 24, 2022 1:03 am

JawaPos.com – Panasnya suhu di bumi saat ini akibat berasal dari perubahan iklim dan juga serta pemanasan global salah satunya diakibatkan dari manusia yg menyumbang kerusakam alam. Sejumlah negara seperti India dan juga serta Pakistan sampai Arab Saudi mencatat rekor hampir menembus 50 derajat Celcius. Virus berasal dari hewan serta semakin mengancam untuk lompat ke manusia. Maka negara di kawasan ASEAN ikut peduli dengan hal ini.

Studi terbaru menyebutkan perlindungan alam di Asia Tenggara dapat menumbuhkan ekonomi sebesar USD 2,19 triliun dan juga serta pembukaan lapangan kerja. Laporan ini ialah yg pertama menghitung nilai alam bagi ekonomi ASEAN sebagaimana seruan bagi kawasan ini untuk mendukung tujuan perlindungan bagi 30 persen tanah dan juga serta laut planet ini sebelum Tahun 2030.

Suatu studi terbaru yg dilakukan di seluruh wilayah ASEAN berasal dari Academy of Sciences Malaysia mengungkapkan bahwa Asia Tenggara memiliki alam dan juga serta keanekaragaman hayati yg potensial Apabila negara-negara di kawasan ini memprioritaskan konservasi dan juga serta restorasi. Laporan ini merupakan laporan terlengkap berasal dari laporan yg lain sejenis yg menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan juga serta perlindungan alam di kawasan ini saling terkait dan juga serta bahwa konservasi dapat menjadi dasar bagi aktivitas ekonomi di kawasan yg menghasilkan kekayaan, lapangan pekerjaan, serta keamanan pangan.

Baca Juga :  6 Penyebab Gingivitis, Perokok Perlu Hati-hati

Studi ini yg bertajuk, a Nexus of Biodiversity Conservation also Sustainable Socioeconomic Development inside Southeast Asia, memberikan argumentasinya bahwa seiring bertambahnya penduduk, kawasan ASEAN tidak mesti mengikuti arah berasal dari negara-negara Jutawan G7 yg menghabiskan modal nasional serta membangun ekonomi mereka.

ASEAN mesti menciptakan lapangan pekerjaan melalui strategi yg melindungi bukan menghancurkan sumber daya alamnya.

Menurut laporan ini, keanekaragaman hayati yg Jutawan dan juga serta luas di Asia Tenggara, bentangan alam yg utuh, termasuk hutan tropis, hutan bakau, serta ekosistem lainnya, dapat menempatkan kawasan ini menjadi sebuah contoh tentang bagaimana memperoleh dan juga serta mengambil nilai berasal dari alam. sebagaimana rumah berasal dari tiga negara berasal dari 17 negara dengan keberagaman terbesar (World’s 17 megadiverse nations) dan juga serta hotspot keanekaragaman hayati, yaitu Indonesia, Malaysia, dan juga serta FIlipina, Asia Tenggara memiliki kesempatan yg unik untuk melakukan riset, teknologi, dan juga serta kolaborasi yg menghasilkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yg berdasarkan alam.

Studi ini menunjukkan studi kasus yg sukses dilakukan di kawasan ASEAN yg mengungkapkan bagaimana perlindungan alam telah sukses mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan ini serta memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Kasus Cacar Monyet Tembus 1000, AS punya 2 Varian Virus

“Asia Tenggara memiliki penduduk yg terus bertambah, serta semakin menekan sumber daya alam yg melimpah di kawasan ini. Laporan ini mengungkapkan bahwa kawasan ASEAN tidak mesti mengikuti jalur pembangunan yg membahayakan alam justru membuat perlindungan alam menjadi landasan bagi keberhasilan strategi ekonomi,” kata Academy of Sciences Malaysia, Helen Nair, kepada wartawan baru-baru ini.

“Melindungi atau melestarikan sekurangnya 30 persen berasal dari tanah dan juga serta samudera planet ini di Tahun 2030, yg dikenal sebagaimana 30×30,” tambahnya.

Komite Pengarah Global, Campaign for Nature Zakri Hamid mengatakan hampir 100 negara di dunia telah bergabung di dalam suatu koalisi negara yg mengkampanyekan target global untuk melindungi 30 persen lahan dan juga serta samudra dunia planet bumi di Tahun 2030. Sejauh ini, Kamboja ialah satu-satunya negara di Asia Tenggara yg bergabung di dalam koalisi ini, yaitu High Ambition Coalition for Nature also People (HAC).

“Studi terbaru ini merupakan bukti yg kuat yg berlandaskan ekonomi dan juga serta ilmiah untuk mengajak semua negara ASEAN dapat bergabung,” kata Zakri.

Contoh Kerusakan Alam di ASEAN:

Filipina

Sebagai rumah bagi elang Filipina yg terancam punah, a Mt. Kitanglad Range Natural Park (MKRNP) di Filipina merupakan serta tanah asal leluhur tiga suku adat: suku Higaonon, Talaandig, dan juga serta Bukidnon. Kelompok adat ini berperan aktif di dalam Dewan Pengelolaan Kawasan Lindung atau Protected Area Management Board (PAMB) berasal dari taman ini, yg sukses mengurangi aktivitas ilegal serta pelanggaran serta perluasan ekowisata di taman ini.

Baca Juga :  [IDNtron-Terbaru]-Thamizhum Saraswathiyum This day Episode Promo | 7th June 2022 | Vijay Television

Malaysia

Sebuah prakarsa di Tun Mustapha Park (TMP) di Malaysia, yaitu taman laut seluas 898.763 hektar. Taman laut terbesar di negara ini serta area lindung laut multiguna terbesar ini mencoba melestarikan keanekaragaman hayati, melindungi spesies langka, mengembangkan perikanan lokal, serta mengurangi kemiskinan bagi penduduk pesisir yg berpenduduk 85.000 orang. Taman ini menaungi 250 spesies terumbu karang, 400 spesies ikan, serta berbagai spesies yg terancam punah, seperti ikan duyung, berang-berang, paus bungkuk, dan juga serta penyu.

Vietnam

Sebuah proyek yg sukses di di Laos dan juga serta Vietnam yg berupaya melindungi 200 ribu hektar hutan di sepanjang deretan pegunungan Annam berasal dari aktivitas ilegal, mendorong pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan, dan juga serta melestarikan spesies unik serta keanekaragaman hayati. Proyek ini serta bertujuan untuk mengurangi emisi karbondioksida sebesar 1,8 juta ton di dalam waktu lima Tahun.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: